Aku ingin bertanya dan berlari
Kutanyakan suatu kalimat yang ku tak tahu apa itu
Dan aku kan berlari bila ku tak ingin mendengar jawabnya
Tapi pada siapa aku bertanya?
Untuk apa aku berlari?
Mungkin bila waktunya tiba nanti
Kabut akan segera menghapus keberadaanku
Dan mungkin aku masih meninggalkan jejak ingin tahuku
Seakan itu adalah warisan seumur hidupku
Untuk yang lain cari jawabnya
Inginku, saat itu segera tiba
Ingin kulewatkan masa yang mendebarkan ini
Entah kapan, suatu hari nanti
Aku akan berlari menembus awan
Melintasi langitnya yang gemerlapan
Dan merasakan indahnya saat dia tersenyum untukku
[070209]
Senin, 23 Februari 2009
Jika Ku Harus
Mungkin, mungkin
Ku akan bernyanyi tentang langit biru
Tapi hatiku berkata lain
Kuingin bermimpi di dasar jiwa lagi
Haruskah aku, haruskah
Haruskah aku bersembunyi di balik senyuman ini
Haruskah aku menutup perasaan ini
Dimanakah aku harusnya berada?
Siapa yang harus kujaga hatinya
Dan siapa yang akan tersakiti hatinya
[140209]
happy fucklentine !
hahoii*
Ku akan bernyanyi tentang langit biru
Tapi hatiku berkata lain
Kuingin bermimpi di dasar jiwa lagi
Haruskah aku, haruskah
Haruskah aku bersembunyi di balik senyuman ini
Haruskah aku menutup perasaan ini
Dimanakah aku harusnya berada?
Siapa yang harus kujaga hatinya
Dan siapa yang akan tersakiti hatinya
[140209]
happy fucklentine !
hahoii*
When!
When I saw him
When I saw his smiles
When I saw he is kidding
When I laugh at him
When I dream days about him, with him
When I learn to know him
When I think about his message to me
When I think about his way walking
When I see him point at his friends
When I wanting to say something to him
When I walk through him
When I see how he's writing
When I read what he's written
I wanna be with him
But the faith says we can't!
Why did ..
[140209]
When I saw his smiles
When I saw he is kidding
When I laugh at him
When I dream days about him, with him
When I learn to know him
When I think about his message to me
When I think about his way walking
When I see him point at his friends
When I wanting to say something to him
When I walk through him
When I see how he's writing
When I read what he's written
I wanna be with him
But the faith says we can't!
Why did ..
[140209]
Kupendam Saja
Di langit terlukis kata yang tak bisa terucap
Di hati tertera catatan yang tak pernah terungkap
Dan jauh di dalam sini, aku menyimpan sebuah rahasia
Hanya terbuka oleh kunci yang sudah lama kubuang
Aku tak pernah ingin membukanya lagi
Karena memang itulah yang seharusnya aku lakukan
Sejak malam keduabelas purnama ini
Tapi entah kenapa, kunci itu kutemukan kembali
Di tengah percobaan untuk membuatnya
hanya sebagai harta terpendam saja
Entah kenapa, entah kenapa
Kutemukan senyumku dalam dirinya, bukan sang cinta
Bukan orang yang berhutang janji padaku
Kenapa tak berhenti saja roda perasaan ini
Agar aku tak kesakitan menahan batin lagi
Kenapa tak kucoba melompat dan berteriak
Padahal dalam hati ini aku tetap mencintainya?
Mengapa tak kuhentikan saja semua cerita?
Aku ingin berhenti dari semua ini ...
[190209]
Di hati tertera catatan yang tak pernah terungkap
Dan jauh di dalam sini, aku menyimpan sebuah rahasia
Hanya terbuka oleh kunci yang sudah lama kubuang
Aku tak pernah ingin membukanya lagi
Karena memang itulah yang seharusnya aku lakukan
Sejak malam keduabelas purnama ini
Tapi entah kenapa, kunci itu kutemukan kembali
Di tengah percobaan untuk membuatnya
hanya sebagai harta terpendam saja
Entah kenapa, entah kenapa
Kutemukan senyumku dalam dirinya, bukan sang cinta
Bukan orang yang berhutang janji padaku
Kenapa tak berhenti saja roda perasaan ini
Agar aku tak kesakitan menahan batin lagi
Kenapa tak kucoba melompat dan berteriak
Padahal dalam hati ini aku tetap mencintainya?
Mengapa tak kuhentikan saja semua cerita?
Aku ingin berhenti dari semua ini ...
[190209]
Rabu, 07 Januari 2009
Dalam Kepingan Malam
Di sisa senyuman hari
Saat mimpi-mimpi bertabur sepi
Menguak keraguan yang pernah menyesakkan perasaan
Hingga kandas di tengah kebimbangan
Sunyi sepi tak akan pernah menjadi tebing
Tak akan pernah menguraikan perih luka yang dulu terjadi
Kala hati tak pernah merasakannya lagi
Inilah akhir dari jiwa yang telah lama mati
Sampai kapan ?
Sampai kapan harus kurengkuh sunyinya malam
Hingga denyut nadi tak terasa lagi
Ataukah hingga jiwa ini rapuh termakan abadi
Saat mimpi-mimpi bertabur sepi
Menguak keraguan yang pernah menyesakkan perasaan
Hingga kandas di tengah kebimbangan
Sunyi sepi tak akan pernah menjadi tebing
Tak akan pernah menguraikan perih luka yang dulu terjadi
Kala hati tak pernah merasakannya lagi
Inilah akhir dari jiwa yang telah lama mati
Sampai kapan ?
Sampai kapan harus kurengkuh sunyinya malam
Hingga denyut nadi tak terasa lagi
Ataukah hingga jiwa ini rapuh termakan abadi
Rabu, 24 Desember 2008
Note of 24 December 2008
Dia adalah melodi tak bernama
Menghembuskan nafasnya dalam syair-syair picisan
Meniupkan angin hampa yang menjadi ruang sepi di dadanya
Menorehkan sisa-sisa kematian
Dalam jiwanya yang dulu pernah kandas
Hitam termakan keabadian
Semua mimpi meninggalkan goresan kelam
Yang tak pernah luput dari perihnya zaman
Mati, kembali dan mati
Angin hampa terus berlari menembus mimpi
Menepis tawa, semua cinta di hati
Dan melodi tanpa nama itu
Terus menginginkan apa yang menjadi takdir
Akankah langit kelabu ini biru kembali
Dan semua pertanyaan atas jiwa ini harus terjawab
Melukiskan tempaan hati yang berserakan
Terpecah belah bagai gerabah terinjak besi
Serapuh diri yang telah menguraikan begitu banyak kisah dan air mata
Akan mimpi yang tak bertepi ini
Tutuplah matamu, mimpi
Angin hampa yang akan menemanimu
Dan melodi tanpa nama itu yang akan menjadi musik kematianmu
Menghembuskan nafasnya dalam syair-syair picisan
Meniupkan angin hampa yang menjadi ruang sepi di dadanya
Menorehkan sisa-sisa kematian
Dalam jiwanya yang dulu pernah kandas
Hitam termakan keabadian
Semua mimpi meninggalkan goresan kelam
Yang tak pernah luput dari perihnya zaman
Mati, kembali dan mati
Angin hampa terus berlari menembus mimpi
Menepis tawa, semua cinta di hati
Dan melodi tanpa nama itu
Terus menginginkan apa yang menjadi takdir
Akankah langit kelabu ini biru kembali
Dan semua pertanyaan atas jiwa ini harus terjawab
Melukiskan tempaan hati yang berserakan
Terpecah belah bagai gerabah terinjak besi
Serapuh diri yang telah menguraikan begitu banyak kisah dan air mata
Akan mimpi yang tak bertepi ini
Tutuplah matamu, mimpi
Angin hampa yang akan menemanimu
Dan melodi tanpa nama itu yang akan menjadi musik kematianmu
13 Maret
Dalam sepinya dawai gitar
Memetik melodi indah, perlahan
Memejamkan mata yang pernah terpejam
Untuk meresapi sunyinya jiwa
Hati tersenyum
Dikecup manis oleh cinta yang dikira akan abadi untuk selamanya
Saat airmata menusuk-nusuk relung hati
Bukan diri yang tak mau, hanya bumi yang tak memberi waktu
Semuanya berakhir
Semuanya terpisah
Menjalani sunyinya jiwa tanpa melodi
Dalam pencarian hati yang lain
Dan kembali
Di sisa hari ini
Tersenyumlah
Untuk waktu yang terakhir kalinya
241208
Memetik melodi indah, perlahan
Memejamkan mata yang pernah terpejam
Untuk meresapi sunyinya jiwa
Hati tersenyum
Dikecup manis oleh cinta yang dikira akan abadi untuk selamanya
Saat airmata menusuk-nusuk relung hati
Bukan diri yang tak mau, hanya bumi yang tak memberi waktu
Semuanya berakhir
Semuanya terpisah
Menjalani sunyinya jiwa tanpa melodi
Dalam pencarian hati yang lain
Dan kembali
Di sisa hari ini
Tersenyumlah
Untuk waktu yang terakhir kalinya
241208
13 Maret
Dalam sepinya dawai gitar
Memetik melodi indah, perlahan
Memejamkan mata yang pernah terpejam
Untuk meresapi sunyinya jiwa
Hati tersenyum
Dikecup manis oleh cinta yang dikira akan abadi untuk selamanya
Saat airmata menusuk-nusuk relung hati
Bukan diri yang tak mau, hanya bumi yang tak memberi waktu
Semuanya berakhir
Semuanya terpisah
Menjalani sunyinya jiwa tanpa melodi
Dalam pencarian hati yang lain
Dan kembali
Di sisa hari ini
Tersenyumlah
Untuk waktu yang terakhir kalinya
241208
Memetik melodi indah, perlahan
Memejamkan mata yang pernah terpejam
Untuk meresapi sunyinya jiwa
Hati tersenyum
Dikecup manis oleh cinta yang dikira akan abadi untuk selamanya
Saat airmata menusuk-nusuk relung hati
Bukan diri yang tak mau, hanya bumi yang tak memberi waktu
Semuanya berakhir
Semuanya terpisah
Menjalani sunyinya jiwa tanpa melodi
Dalam pencarian hati yang lain
Dan kembali
Di sisa hari ini
Tersenyumlah
Untuk waktu yang terakhir kalinya
241208
13 Maret
Dalam sepinya dawai gitar
Memetik melodi indah, perlahan
Memejamkan mata yang pernah terpejam
Untuk meresapi sunyinya jiwa
Hati tersenyum
Dikecup manis oleh cinta yang dikira akan abadi untuk selamanya
Saat airmata menusuk-nusuk relung hati
Bukan diri yang tak mau, hanya bumi yang tak memberi waktu
Semuanya berakhir
Semuanya terpisah
Menjalani sunyinya jiwa tanpa melodi
Dalam pencarian hati yang lain
Dan kembali
Di sisa hari ini
Tersenyumlah
Untuk waktu yang terakhir kalinya
241208
Memetik melodi indah, perlahan
Memejamkan mata yang pernah terpejam
Untuk meresapi sunyinya jiwa
Hati tersenyum
Dikecup manis oleh cinta yang dikira akan abadi untuk selamanya
Saat airmata menusuk-nusuk relung hati
Bukan diri yang tak mau, hanya bumi yang tak memberi waktu
Semuanya berakhir
Semuanya terpisah
Menjalani sunyinya jiwa tanpa melodi
Dalam pencarian hati yang lain
Dan kembali
Di sisa hari ini
Tersenyumlah
Untuk waktu yang terakhir kalinya
241208
Cerahkan Hatiku
Hatiku gelap seperti tanah yang basah oleh hujan di musim dingin
Jiwaku seberat jiwa yang tak akan pernah melayang bermimpi indah
Pikiranku adalah pikiran buruk, seburuk bunga yang telah mati
Tubuhku sehancur perasaan yang tak pernah kembali ...
Bantu aku bukakan hatiku untukmu
Jangan biarkan aku seperti berjalan di sebuah jalan yang terlalu panjang
Hatiku berlangit mendung seperti jatuhnya airmataku
Hidupku selayu bunga lili yang sudah terlalu terinjak untuk bangkit
14122008
Jiwaku seberat jiwa yang tak akan pernah melayang bermimpi indah
Pikiranku adalah pikiran buruk, seburuk bunga yang telah mati
Tubuhku sehancur perasaan yang tak pernah kembali ...
Bantu aku bukakan hatiku untukmu
Jangan biarkan aku seperti berjalan di sebuah jalan yang terlalu panjang
Hatiku berlangit mendung seperti jatuhnya airmataku
Hidupku selayu bunga lili yang sudah terlalu terinjak untuk bangkit
14122008
Langganan:
Postingan (Atom)