Dia adalah melodi tak bernama
Menghembuskan nafasnya dalam syair-syair picisan
Meniupkan angin hampa yang menjadi ruang sepi di dadanya
Menorehkan sisa-sisa kematian
Dalam jiwanya yang dulu pernah kandas
Hitam termakan keabadian
Semua mimpi meninggalkan goresan kelam
Yang tak pernah luput dari perihnya zaman
Mati, kembali dan mati
Angin hampa terus berlari menembus mimpi
Menepis tawa, semua cinta di hati
Dan melodi tanpa nama itu
Terus menginginkan apa yang menjadi takdir
Akankah langit kelabu ini biru kembali
Dan semua pertanyaan atas jiwa ini harus terjawab
Melukiskan tempaan hati yang berserakan
Terpecah belah bagai gerabah terinjak besi
Serapuh diri yang telah menguraikan begitu banyak kisah dan air mata
Akan mimpi yang tak bertepi ini
Tutuplah matamu, mimpi
Angin hampa yang akan menemanimu
Dan melodi tanpa nama itu yang akan menjadi musik kematianmu
Rabu, 24 Desember 2008
13 Maret
Dalam sepinya dawai gitar
Memetik melodi indah, perlahan
Memejamkan mata yang pernah terpejam
Untuk meresapi sunyinya jiwa
Hati tersenyum
Dikecup manis oleh cinta yang dikira akan abadi untuk selamanya
Saat airmata menusuk-nusuk relung hati
Bukan diri yang tak mau, hanya bumi yang tak memberi waktu
Semuanya berakhir
Semuanya terpisah
Menjalani sunyinya jiwa tanpa melodi
Dalam pencarian hati yang lain
Dan kembali
Di sisa hari ini
Tersenyumlah
Untuk waktu yang terakhir kalinya
241208
Memetik melodi indah, perlahan
Memejamkan mata yang pernah terpejam
Untuk meresapi sunyinya jiwa
Hati tersenyum
Dikecup manis oleh cinta yang dikira akan abadi untuk selamanya
Saat airmata menusuk-nusuk relung hati
Bukan diri yang tak mau, hanya bumi yang tak memberi waktu
Semuanya berakhir
Semuanya terpisah
Menjalani sunyinya jiwa tanpa melodi
Dalam pencarian hati yang lain
Dan kembali
Di sisa hari ini
Tersenyumlah
Untuk waktu yang terakhir kalinya
241208
13 Maret
Dalam sepinya dawai gitar
Memetik melodi indah, perlahan
Memejamkan mata yang pernah terpejam
Untuk meresapi sunyinya jiwa
Hati tersenyum
Dikecup manis oleh cinta yang dikira akan abadi untuk selamanya
Saat airmata menusuk-nusuk relung hati
Bukan diri yang tak mau, hanya bumi yang tak memberi waktu
Semuanya berakhir
Semuanya terpisah
Menjalani sunyinya jiwa tanpa melodi
Dalam pencarian hati yang lain
Dan kembali
Di sisa hari ini
Tersenyumlah
Untuk waktu yang terakhir kalinya
241208
Memetik melodi indah, perlahan
Memejamkan mata yang pernah terpejam
Untuk meresapi sunyinya jiwa
Hati tersenyum
Dikecup manis oleh cinta yang dikira akan abadi untuk selamanya
Saat airmata menusuk-nusuk relung hati
Bukan diri yang tak mau, hanya bumi yang tak memberi waktu
Semuanya berakhir
Semuanya terpisah
Menjalani sunyinya jiwa tanpa melodi
Dalam pencarian hati yang lain
Dan kembali
Di sisa hari ini
Tersenyumlah
Untuk waktu yang terakhir kalinya
241208
13 Maret
Dalam sepinya dawai gitar
Memetik melodi indah, perlahan
Memejamkan mata yang pernah terpejam
Untuk meresapi sunyinya jiwa
Hati tersenyum
Dikecup manis oleh cinta yang dikira akan abadi untuk selamanya
Saat airmata menusuk-nusuk relung hati
Bukan diri yang tak mau, hanya bumi yang tak memberi waktu
Semuanya berakhir
Semuanya terpisah
Menjalani sunyinya jiwa tanpa melodi
Dalam pencarian hati yang lain
Dan kembali
Di sisa hari ini
Tersenyumlah
Untuk waktu yang terakhir kalinya
241208
Memetik melodi indah, perlahan
Memejamkan mata yang pernah terpejam
Untuk meresapi sunyinya jiwa
Hati tersenyum
Dikecup manis oleh cinta yang dikira akan abadi untuk selamanya
Saat airmata menusuk-nusuk relung hati
Bukan diri yang tak mau, hanya bumi yang tak memberi waktu
Semuanya berakhir
Semuanya terpisah
Menjalani sunyinya jiwa tanpa melodi
Dalam pencarian hati yang lain
Dan kembali
Di sisa hari ini
Tersenyumlah
Untuk waktu yang terakhir kalinya
241208
Cerahkan Hatiku
Hatiku gelap seperti tanah yang basah oleh hujan di musim dingin
Jiwaku seberat jiwa yang tak akan pernah melayang bermimpi indah
Pikiranku adalah pikiran buruk, seburuk bunga yang telah mati
Tubuhku sehancur perasaan yang tak pernah kembali ...
Bantu aku bukakan hatiku untukmu
Jangan biarkan aku seperti berjalan di sebuah jalan yang terlalu panjang
Hatiku berlangit mendung seperti jatuhnya airmataku
Hidupku selayu bunga lili yang sudah terlalu terinjak untuk bangkit
14122008
Jiwaku seberat jiwa yang tak akan pernah melayang bermimpi indah
Pikiranku adalah pikiran buruk, seburuk bunga yang telah mati
Tubuhku sehancur perasaan yang tak pernah kembali ...
Bantu aku bukakan hatiku untukmu
Jangan biarkan aku seperti berjalan di sebuah jalan yang terlalu panjang
Hatiku berlangit mendung seperti jatuhnya airmataku
Hidupku selayu bunga lili yang sudah terlalu terinjak untuk bangkit
14122008
Dead!
Aku ingin terlelap
Lepas dari penatnya dunia
Aku lelah
Terlalu lelah untuk mengikuti jalan takdir
Aku hanya ingin tidur ...
Lepaskan aku dari semua mimpi yang tiada arti
Aku hanya ingin diam!
Aku ingin bersembunyi di sudut gelapku
Aku tak sanggup melihat matamu
Aku sudah tak sanggup lagi
091208
Lepas dari penatnya dunia
Aku lelah
Terlalu lelah untuk mengikuti jalan takdir
Aku hanya ingin tidur ...
Lepaskan aku dari semua mimpi yang tiada arti
Aku hanya ingin diam!
Aku ingin bersembunyi di sudut gelapku
Aku tak sanggup melihat matamu
Aku sudah tak sanggup lagi
091208
Dear Forell
Ini adalah isi hatiku
Aku tak suka saat kau menelungkupkan kepalamu diatas meja yang penuh dengan coretan itu
Aku tak suka melihatmu menendang kursi saat kau melewatinya
Aku tak suka melihat dirimu melewati keramaian tanpa suatu kata
Tapi bukan karena aku membencimu
Jauh dan dalam
Aku sangat menyayangimu, lebih dari yang kau kira
Sangat lebih dari yang kau bayangkan
Aku bahagia saat dirimu bahagia
Hatiku tertawa mendengar tawamu
Bibirku menyimpulkan kegembiraan saat dirimu tersenyum
Dan hatiku teriris-iris, pedih, dan menangis jika kau terus seperti ini
Aku tahu, cintamu sudah begitu dalam padanya
Meskipun bibirmu mengingkarinya
Tetapi matamu membenarkannya
Dan perasaan yang sudah sangat dalam itu tak akan mungkin terhapus dengan mudahnya
Dan aku tahu, sangat tahu
Harimu menjadi buruk saat kau melihatnya dengan yang lain
Dan kau pun memulainya
Menjadi murung, mudah tersinggung ...
Dear Forell ...
Aku rela melakukan apa saja
Agar senyum itu tetap ada
Agar tawa itu tetap terdengar
Aku mau membuatnya jadi milikmu
Meski kutahu, aku yang akan sakit
Tapi semua perasaanku untukmu ini akan percuma saja, kan?
Tak pernah ada gunanya aku mengharapkan hatimu untukku
Meskipun aku masih memimpikannya di malam-malam panjangku
Dan meskipun airmata ini akan terus mengalir
Aku pasti akan selalu bahagia untukmu
181108
Aku tak suka saat kau menelungkupkan kepalamu diatas meja yang penuh dengan coretan itu
Aku tak suka melihatmu menendang kursi saat kau melewatinya
Aku tak suka melihat dirimu melewati keramaian tanpa suatu kata
Tapi bukan karena aku membencimu
Jauh dan dalam
Aku sangat menyayangimu, lebih dari yang kau kira
Sangat lebih dari yang kau bayangkan
Aku bahagia saat dirimu bahagia
Hatiku tertawa mendengar tawamu
Bibirku menyimpulkan kegembiraan saat dirimu tersenyum
Dan hatiku teriris-iris, pedih, dan menangis jika kau terus seperti ini
Aku tahu, cintamu sudah begitu dalam padanya
Meskipun bibirmu mengingkarinya
Tetapi matamu membenarkannya
Dan perasaan yang sudah sangat dalam itu tak akan mungkin terhapus dengan mudahnya
Dan aku tahu, sangat tahu
Harimu menjadi buruk saat kau melihatnya dengan yang lain
Dan kau pun memulainya
Menjadi murung, mudah tersinggung ...
Dear Forell ...
Aku rela melakukan apa saja
Agar senyum itu tetap ada
Agar tawa itu tetap terdengar
Aku mau membuatnya jadi milikmu
Meski kutahu, aku yang akan sakit
Tapi semua perasaanku untukmu ini akan percuma saja, kan?
Tak pernah ada gunanya aku mengharapkan hatimu untukku
Meskipun aku masih memimpikannya di malam-malam panjangku
Dan meskipun airmata ini akan terus mengalir
Aku pasti akan selalu bahagia untukmu
181108
The Faith
Hidup ini mengatakan padaku
Agar aku meninggalkanmu
Yang selalu pergi kala aku merindukanmu
Langitku telah bersemai sepi
Mencecar diantara udara yang sesak
Dan awan kelabu yang berarak-arak
Menuju titik revolusi
Ambilkan kuasku, ambilkan
Akan kuwarnai kelap-kelip malam
Yang tak lebih dari sekedar hitam dan putih itu
Tapi sanggupkah kugapai lagi dirimu
Setelah aku sadar betapa berartinya kau untukku?
Agar aku meninggalkanmu
Yang selalu pergi kala aku merindukanmu
Langitku telah bersemai sepi
Mencecar diantara udara yang sesak
Dan awan kelabu yang berarak-arak
Menuju titik revolusi
Ambilkan kuasku, ambilkan
Akan kuwarnai kelap-kelip malam
Yang tak lebih dari sekedar hitam dan putih itu
Tapi sanggupkah kugapai lagi dirimu
Setelah aku sadar betapa berartinya kau untukku?
The Missing Pieces of My Side
Dalam hari-hariku
Tersenyum, merana
Terangkul alunan duka
Menyanyikan melodi sendu
Tentang seorang yang kurindu
Sejenak aku berpaling
Mencari sesuatu untuk menggantikannya
Sayang sekali
Benci ini selalu terhembus oleh cintanya yang begitu dalam
Akhirnya, kucoba untuk percaya
Akan kata-katanya
Yang mampu luluhkan beku hatiku
Akan selalu kupegang dan kujaga
Semua rasa yang telah dia berikan
Setulusnya
25062008
Tersenyum, merana
Terangkul alunan duka
Menyanyikan melodi sendu
Tentang seorang yang kurindu
Sejenak aku berpaling
Mencari sesuatu untuk menggantikannya
Sayang sekali
Benci ini selalu terhembus oleh cintanya yang begitu dalam
Akhirnya, kucoba untuk percaya
Akan kata-katanya
Yang mampu luluhkan beku hatiku
Akan selalu kupegang dan kujaga
Semua rasa yang telah dia berikan
Setulusnya
25062008
Diam
Aku ingin diam
Tidak melakukan apapun lagi
Aku terlalu lelah mencintaimu
Aku ingin diam
Aku bosan berlari
Mengejar-ngejar dalam kebimbangan
Aku ingin diam
Karena atas apa yang kulakukan
Atas apa yang aku berikan
Aku tak pernah mendapatkan apa-apa
Aku ingin diam
Hanya diam
Dan tak pernah melakukan apa-apa lagi
14102008
Tidak melakukan apapun lagi
Aku terlalu lelah mencintaimu
Aku ingin diam
Aku bosan berlari
Mengejar-ngejar dalam kebimbangan
Aku ingin diam
Karena atas apa yang kulakukan
Atas apa yang aku berikan
Aku tak pernah mendapatkan apa-apa
Aku ingin diam
Hanya diam
Dan tak pernah melakukan apa-apa lagi
14102008
Can You Hear Me?
Disini, jam 10 malam
Jarum merah jam masih berputar
Tiap detik yang kuhabiskan
Untuk memikirkan seseorang di dalam bingkai biruku
Ceritaku cerita lalu
Tak usah kau simpan dalam benakmu
Ini semua terlalu berharga
Kutelungkupkan kepalaku
Meringis, tetapi bukan bahagia
Bukan juga menahan sakit
Aku hanya bertanya-tanya
Bisakah aku menahan egoku?
Bisakah aku menutupi rintihan-rintihan itu?
Bisakah?
Bisakah kau mendengarku?
Bisakah?
10102008
Jarum merah jam masih berputar
Tiap detik yang kuhabiskan
Untuk memikirkan seseorang di dalam bingkai biruku
Ceritaku cerita lalu
Tak usah kau simpan dalam benakmu
Ini semua terlalu berharga
Kutelungkupkan kepalaku
Meringis, tetapi bukan bahagia
Bukan juga menahan sakit
Aku hanya bertanya-tanya
Bisakah aku menahan egoku?
Bisakah aku menutupi rintihan-rintihan itu?
Bisakah?
Bisakah kau mendengarku?
Bisakah?
10102008
Aku Ingin
Pagi ini, aku tersenyum lagi
Aku senang melihatmu
Aku ingin selalu seperti ini
Aku suka caramu berjalan
Aku suka caramu tertawa
Aku suka caramu berbicara
Aku suka caramu memberikan bukumu
Aku suka caramu menoleh padaku
Aku suka caramu memanggilku
Aku suka caramu tersenyum padaku
Aku suka caramu menatapku
Aku ingin selamanya seperti ini
Karena kau telah mengembalikan perasaan yang telah hilang ini
20102008
Aku senang melihatmu
Aku ingin selalu seperti ini
Aku suka caramu berjalan
Aku suka caramu tertawa
Aku suka caramu berbicara
Aku suka caramu memberikan bukumu
Aku suka caramu menoleh padaku
Aku suka caramu memanggilku
Aku suka caramu tersenyum padaku
Aku suka caramu menatapku
Aku ingin selamanya seperti ini
Karena kau telah mengembalikan perasaan yang telah hilang ini
20102008
Langganan:
Postingan (Atom)