Rabu, 24 Desember 2008

Note of 24 December 2008

Dia adalah melodi tak bernama
Menghembuskan nafasnya dalam syair-syair picisan
Meniupkan angin hampa yang menjadi ruang sepi di dadanya
Menorehkan sisa-sisa kematian
Dalam jiwanya yang dulu pernah kandas
Hitam termakan keabadian

Semua mimpi meninggalkan goresan kelam
Yang tak pernah luput dari perihnya zaman
Mati, kembali dan mati
Angin hampa terus berlari menembus mimpi
Menepis tawa, semua cinta di hati
Dan melodi tanpa nama itu
Terus menginginkan apa yang menjadi takdir

Akankah langit kelabu ini biru kembali
Dan semua pertanyaan atas jiwa ini harus terjawab
Melukiskan tempaan hati yang berserakan
Terpecah belah bagai gerabah terinjak besi
Serapuh diri yang telah menguraikan begitu banyak kisah dan air mata
Akan mimpi yang tak bertepi ini

Tutuplah matamu, mimpi
Angin hampa yang akan menemanimu
Dan melodi tanpa nama itu yang akan menjadi musik kematianmu

3 komentar:

  1. Teh alif bagus blognya meni rajin. Teh alif sayang kalo gk dipublikasikan mah. promosiin atuh blognya. jadi bisa di buka di google search.

    BalasHapus
  2. Aku juga kasih komen dunk teh! Yah2

    BalasHapus