Rabu, 24 Desember 2008

Dear Forell

Ini adalah isi hatiku

Aku tak suka saat kau menelungkupkan kepalamu diatas meja yang penuh dengan coretan itu
Aku tak suka melihatmu menendang kursi saat kau melewatinya
Aku tak suka melihat dirimu melewati keramaian tanpa suatu kata
Tapi bukan karena aku membencimu

Jauh dan dalam
Aku sangat menyayangimu, lebih dari yang kau kira
Sangat lebih dari yang kau bayangkan

Aku bahagia saat dirimu bahagia
Hatiku tertawa mendengar tawamu
Bibirku menyimpulkan kegembiraan saat dirimu tersenyum
Dan hatiku teriris-iris, pedih, dan menangis jika kau terus seperti ini

Aku tahu, cintamu sudah begitu dalam padanya
Meskipun bibirmu mengingkarinya
Tetapi matamu membenarkannya
Dan perasaan yang sudah sangat dalam itu tak akan mungkin terhapus dengan mudahnya
Dan aku tahu, sangat tahu
Harimu menjadi buruk saat kau melihatnya dengan yang lain
Dan kau pun memulainya
Menjadi murung, mudah tersinggung ...

Dear Forell ...
Aku rela melakukan apa saja
Agar senyum itu tetap ada
Agar tawa itu tetap terdengar
Aku mau membuatnya jadi milikmu
Meski kutahu, aku yang akan sakit
Tapi semua perasaanku untukmu ini akan percuma saja, kan?
Tak pernah ada gunanya aku mengharapkan hatimu untukku
Meskipun aku masih memimpikannya di malam-malam panjangku

Dan meskipun airmata ini akan terus mengalir
Aku pasti akan selalu bahagia untukmu
181108

Tidak ada komentar:

Posting Komentar